BMKG: DIY Berada di Zona Subduksi, Berpotensi Gempa dan Tsunami

MATASEMARANG.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah selatan Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan kawasan yang berada di zona pertemuan lempeng aktif (subduksi) yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami.

“Pemahaman terhadap potensi tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG Ardhianto Septiadhi dalam keterangan yang diterima di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, secara ilmiah gempa bumi tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya secara pasti. Namun potensi gempa di suatu wilayah dapat dikaji melalui pendekatan riset dan teknologi kebumian.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gunung Slamet Jadi Taman Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi: Konservasi Untuk Ketahanan Pangan

Salah satu hasil kajian tersebut adalah estimasi magnitudo maksimum, seperti potensi gempa hingga Magnitudo 8,7 di zona subduksi selatan Jawa.

“Angka ini merupakan parameter ilmiah untuk kepentingan mitigasi, bukan prediksi kejadian gempa dalam waktu dekat,” katanya.

Dalam kajian kegempaan, lanjutnya, juga dikenal konsep periode ulang, perkiraan rata-rata waktu antar-kejadian gempa besar di suatu segmen (megathrust). Namun ini bukan jadwal pasti kejadian gempa, tetapi pendekatan probabilistik dengan rentang waktu yang dapat mencapai puluhan hingga ratusan tahun.

BACA JUGA  Jadwal Pemadaman Listrik Kendal 9 Februari 2026: Limbangan dan Singorojo Terdampak

“Oleh karena itu konsep ini tidak dapat digunakan untuk menentukan kapan gempa akan terjadi,” katanya.

Menurut dia, berbagai kajian potensi itu dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan peta bahaya gempa bumi dan tsunami untuk mengidentifikasi wilayah berisiko, penentuan jalur dan tempat evakuasi, pengembangan sistem peringatan dini tsunami, perencanaan tata ruang, dan pembangunan infrastruktur tahan gempa.

Pos terkait