MATASEMARANG.COM – Sebanyak 134 siswa di Kabupaten Demak diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dilaporkan 68 siswa menjalani rawat inap dan 66 siswa rawat jalan.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan makanan siswa yang disajikan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Desa Pilangwetan, kabupaten setempat.
“Sampel yang kami kirimkan ke laboratorium tidak hanya makanan yang disajikan oleh SPPG, termasuk muntahan siswa yang diduga keracunan juga kami uji di laboratorium,” kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Demak Ali Maimun di Demak, Selasa.
Ia memperkirakan hasil uji laboratorium keluar dalam tempo tiga hingga empat hari mendatang setelah sampel tersebut dikirim pada Minggu (19/4), usai muncul keluhan yang diduga akibat keracunan makanan, seperti mual dan muntah.
Menu MBG yang diterima dari SPPG Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diterima siswa pada Sabtu (18/4). Menunya, yakni nasi goreng yang dilengkapi acar, telur ceplok, jeruk, dan susu kotak.
Dari 1.500-an penerima manfaat di sekolah, mulai dari jenjang madrasah ibtidaiyah (MI), MTs, hingga madrasah aliyah (MA), tercatat ada 134 siswa yang diduga keracunan. Sebanyak 68 siswa menjalani rawat inap dan 66 siswa rawat jalan.
“Saat ini yang rawat inap berkurang menjadi 61 siswa, karena ada yang sembuh, sehingga diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan hasil wawancara petugas terhadap siswa yang diduga keracunan, ternyata ada yang mengonsumsi menu MBG pada pagi pukul 10.00 WIB, kemudian pukul 13.00 WIB, setelah Ashar, serta setelah magrib, karena dipakai untuk buka puasa.


















