Pengrajin Batik Pekalongan Dibekali Strategi “Digital Marketing”

ilustrasi digital marketing (pixabay/ prodeepahmeed)
ilustrasi digital marketing (pixabay/ prodeepahmeed)

MATASEMARANG.COM – Pengrajin dan pengusaha batik lokal Kota Pekalongan mengikuti pelatihan digital marketing di Hotel Aston Kota Pekalongan, Selasa 2 Juni 2026 hingga Rabu 3 Juni 2026.

Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan sebagai penyelenggara Arif Mahmudi menjelaskan bahwa pemasaran konvensional tidak lagi cukup untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Pelaku UMKM, khususnya pengrajin batik, perlu memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bupati Pati, Dua Camat, Tiga Kades, dan Tiga Calon Perdes Dibawa ke KPK

“Sebagian besar pengrajin batik sudah mengenal media digital, tetapi masih menghadapi tantangan dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif serta membuat konten promosi yang sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Pekalongan.

Pelatihan ini membekali peserta dengan teknik promosi digital, pengelolaan media sosial, dan pembuatan konten kreatif.

Materi disusun secara praktis agar dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.

Arif menambahkan, peningkatan kapasitas digital menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing produk batik ekologis.

BACA JUGA  4 Perda di Kota Pekalongan Ini Akan Dicabut

Dengan pemanfaatan teknologi, produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat membantu pengrajin memasarkan produk secara optimal, meningkatkan nilai jual, serta memperluas jaringan pelanggan.

“Harapannya, pengrajin batik ekologis semakin percaya diri memanfaatkan media digital untuk promosi, sehingga pasar batik ekologis terus berkembang,” pungkasnya.

Pos terkait