BMKG: DIY Berada di Zona Subduksi, Berpotensi Gempa dan Tsunami

“Dengan demikian informasi mengenai potensi gempa besar perlu dipahami secara utuh dan proporsional sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, bukan sebagai indikasi kepastian waktu kejadian,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan penguatan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana memerlukan sinergi antara kajian ilmiah, dukungan teknologi, serta kesiapan masyarakat dalam merespon informasi kebencanaan.

“Peningkatan literasi kebencanaan menjadi kunci agar masyarakat dapat bertindak tepat saat terjadi gempa bumi dan potensi tsunami,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Baznas Kabupaten Semarang Akan Gelar Pelatihan Menyembelih Hewan Kurban

Dia juga mengatakan pendekatan berbasis riset dalam menghitung potensi gempa bumi, termasuk estimasi magnitudo maksimum dan kajian periode ulang, merupakan fondasi dalam pembangunan sistem peringatan dini dan mitigasi yang optimal.

“Pemahaman potensi, penguatan sistem, dan kesiapan masyarakat harus dibangun secara berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang tangguh dan siap selamat dari ancaman gempa bumi dan tsunami,” katanya. [Ant]

Pos terkait