- Trump menyebut operasi “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS
MATASEMARANG.COM – Pengalihan ancaman Amerika Serikat (AS) dari aksi militer ke tekanan ekonomi terhadap Iran disikapi oleh negeri para mullah ini dengan ancaman tak kalah keras.
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran, kata Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
“Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang,” ujar pejabat tersebut di X.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan negaranya kini telah memasuki tahap akhir konflik dengan Iran setelah peluncuran operasi ekonomi oleh AS terhadap Iran.
Bessent akan memaparkan rincian langkah-langkah ekonomi tersebut dalam konferensi pers pada Senin.
“Presiden Donald Trump dan kekuatan militer kami yang luar biasa telah secara signifikan melumpuhkan kemampuan militer Iran dan melemahkan program nuklirnya. Kini, kami memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing akan dimulai ‘Hari-H’ ekonomi, serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap seorang musuh,” kata Bessent dalam sebuah artikel opini di Financial Times.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.















