Kepada para mubaligh, dai, dan pegiat media sosial, MUI berpesan agar menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan mendidik, bukan yang memicu perpecahan.
Pemerintah pun diminta menertibkan tempat hiburan yang berpotensi menimbulkan kemaksiatan selama Ramadan.
Terkait potensi perbedaan awal Ramadan dan Idulfitri 1447 H, MUI menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai keputusan masing-masing pihak.
Perbedaan tersebut tidak boleh mengurangi semangat persaudaraan sesama umat Islam. Dalam rangka syiar Idulfitri, umat Islam juga diajak meningkatkan rasa syukur dengan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid di masjid maupun musala, dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan.
Melalui tausiyah ini, MUI Jawa Tengah berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum memperkuat keimanan, solidaritas sosial, serta persatuan umat di tengah dinamika perbedaan yang mungkin terjadi.


















