Napi “High Risk” yang Dijebloskan ke Nusakambangan Terus Bertambah

46 napi Lampung dipindah ke Lapas Nusakambangan
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memindahkan 46 warga binaan atau narapidana risiko tinggi asal Lampung ke lembaga pemasyarakatan (lapas) keamanan super maksimum di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025). ANTARA/HO-Ditjenpas

MATASEMARANG.COM – Pemerintah serius menangani narapida kategori risiko tinggi (high risk) dengan memindahkan mereka ke lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pada pekan ini saja sudah ada 196 napi risiko tinggi dari berbagai lapas di daerah yang dijebloskan ke Lapas Nusakambangan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi menyebut total sudah ada 1.300 napi kategori high risk yang dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan.

Pada pekan ini saja ada 196 napi yang dijebloskan ke Nusakambangan. Menurut dia, sudah banyak pemindahan narapidana sejak di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

“Ini bukan hanya tentang komitmen kami memberantas narkoba dan HP, ini juga upaya kami untuk memberikan pembinaan yang tepat bagi warga binaan kami,” kata Mashudi di Jakarta, Minggu.

Adapun pemindahan 196 narapidana pada pekan ini, di antaranya narapidana yang berasal dari Kepulauan Riau (57), Jawa Barat (55), Jambi (33), Sumatera Barat (4), Sumatera Utara (6), Sumatera Selatan (21) dan Riau (3), pada tanggal 22 dan 23 Agustus 1025.

“Agar saat waktunya kembali ke masyarakat mereka pulih secara mental dan perilaku, karena itulah salah satu tujuan sistem pemasyarakatan,” katanya.

Dia mengatakan proses pengawalan dan pemindahan dilakukan bersama tim dari dari pengamanan intelijen dan kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan kepolisian dan petugas pemasyarakatan di masing-masing wilayah.

Warga binaan high risk yang dipindah ke Nusakambangan, kata dia, ditempatkan di beberapa Lapas Super Maximum dan Maximum Security. Mereka, kata dia, akan mendapatkan pembinaan dan pengamanan khusus sesuai kategori dari hasil asesmen.

“Target dan harapan kami, Nusakambangan akan membentuk mereka menjadi warga negara yang lebih baik,” katanya. (ant)

BACA JUGA  Gubernur Riau Ditangkap KPK

Pos terkait