Pasang EWS di Desa Serang, Unsoed Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor

Tim akademisi Unsoed dan warga memasang tiang perangkat EWS banjir di Desa Serang Purbalingga (foto: Humas Unsoed)
Tim akademisi Unsoed dan warga memasang tiang perangkat EWS banjir di Desa Serang Purbalingga (foto: Humas Unsoed)

Sebelumnya, pada masa tanggap darurat, pihak kampus telah menyalurkan bantuan berupa layanan kesehatan, logistik, hingga pemenuhan fasilitas sanitasi dasar.

Kini, pendampingan tersebut dititikberatkan pada penerapan pengetahuan akademik dan teknologi modern guna mendukung upaya mitigasi jangka panjang.

“Kami mencoba memberikan kontribusi dari sisi akademisi maupun teknologi, tidak hanya untuk penangkatapan rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi juga untuk mitigasi,” ujar Dyah Susanti.

Bacaan Lainnya

Perangkat EWS yang dipasang berfungsi secara spesifik untuk memantau intensitas curah hujan tinggi sebagai indikator utama pemicu banjir bandang dan tanah longsor.

Apabila hasil pengukuran curah hujan melampaui ambang batas aman yang telah ditentukan, sistem otomatis mengaktifkan alarm peringatan bagi warga sekitar.

Guna menjamin keandalan operasional di daerah rawan, perangkat tersebut dilengkapi panel surya sebagai sumber energi cadangan manakala aliran listrik PLN terganggu.

Instalasi EWS ditempatkan secara strategis di pusat aktivitas komunitas Pemuda Tangguh Bencana, tepatnya di Dusun III atau Kaliurip, Desa Serang.

Penentuan titik lokasi tersebut telah memperhitungkan riwayat dampak bencana sebelumnya serta kemudahan akses warga dalam melakukan pemantauan rutin.

Saat ini, perangkat teknologi canggih tersebut tengah memasuki masa uji coba selama sepekan guna memastikan performa optimal di lapangan.

Pengujian lapangan juga mencakup pengukuran jangkauan suara alarm, terutama saat terjadi hujan lebat disertai petir.

Pos terkait