Praka Rico wafat pada Jumat (24/4) usai dirawat selama hampir sebulan akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret, dengan temuan awal mengindikasikan proyektil tersebut ditembakkan dari tank Merkava Israel.
Praka Rico meninggalkan seorang istri dan seorang anak, sementara tugas penjagaan perdamaian yang dilaksanakannya di Lebanon sejak awal April lalu adalah misi pertamanya di luar negeri.
Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Praka Farizal Rhomadhon wafat akibat insiden pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka. Kemudian pada 30 Maret, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Di samping Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL usai patroli mereka diserang pada 18 April, di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. [Ant]


















