Pemkot Semarang dan BNNP Jateng Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Lawan Narkoba

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya ikut terancam. Pada akhirnya, keluarga dan masa depan bangsa juga terdampak. Karena itu, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak menjadi korban,” kata Agus.

Semangat tersebut menjadi landasan Gerakan Ananda Bersinar yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam upaya pencegahan narkoba.

Agus menjelaskan, Ananda Bersinar merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sepanjang 2025, Kecelakaan Kereta Api di Perlintasan Sebidang Turun 23 Persen

Gerakan ini berangkat dari keyakinan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tempat anak tumbuh, serta membangun kemampuan setiap anak untuk berani berkata tidak terhadap narkoba.

“Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Anak harus memiliki ketahanan diri, mampu mengenali sesuatu yang berbahaya, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar, dan yang paling penting, berani berkata ‘tidak’ ketika ada orang yang menawarkan narkoba atau mengajak melakukan sesuatu yang membahayakan masa depannya,” tuturnya.

BACA JUGA  Truk Tronton Terperosok di Simpang Soekarno Hatta–Brigjend Sudiarto

Menurut Agus, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di tengah arus informasi yang sangat cepat, penggunaan media sosial yang masif, lingkungan pergaulan yang semakin luas, serta berbagai bentuk ancaman baru yang terus berkembang. Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada BNN maupun pemerintah.

Pos terkait