Pemkot Semarang Siapkan Perwal BOP Rp25 Juta dalam Tiga Pekan

Ketiga, dukungan terhadap program prioritas “Semarang Bersih”. Dana ini digunakan untuk kegiatan pemilahan sampah di sumbernya, perawatan saluran irigasi skala kecil, serta pengurangan titik-titik rawan banjir di lingkungan.

Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan Sutriyoso mengaku merasakan langsung manfaat tersebut.

“Dengan adanya BOP, kami bisa membeli perlengkapan kerja bakti dan mengadakan lomba kebersihan antar-RW. Warga jadi lebih antusias. Ini bukan dana yang mengambang,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  UKPBJ Kota Semarang Sabet Penghargaan Tingkat Nasional

Ketua RT lainnya di RT 03 RW 05 Kecamatan Ngaliyan, Wahab Sya’roni menambahkan Posyandu di wilayahnya sekarang lebih teratur. “Bayi dan balita rutin ditimbang. Ibu-ibu senang,” imbuhnya.

Serapan 95,6 Persen: Bukti Bahwa Warga Membutuhkan dan Merasakan

Agustina juga menegaskan bahwa tingkat serapan yang mencapai 95,6 persen (10.157 dari 10.621 RT) bukanlah sekadar angka administratif.

Angka itu mencerminkan bahwa sebagian besar pengurus RT memilih untuk memanfaatkan dana tersebut karena mereka melihat kegunaannya. Hanya 4,4 persen RT yang tidak mengambil, dengan alasan internal seperti sudah memiliki kas mandiri yang cukup.

BACA JUGA  Wali Kota Semarang Klaim Pembersihan Sungai Mampu Atasi Banjir

Sisa anggaran tak terserap hanya sekitar Rp5,46 miliar atau 2,1 persen dari total Rp265,7 miliar. Menurutnya, ini menunjukkan efisiensi dan ketepatan sasaran, bukan pemborosan.

“Jika program ini tidak bermanfaat, pasti tingkat penolakannya akan jauh lebih tinggi. Fakta bahwa 95,6 persen RT mengambil dana dan menggunakannya untuk kegiatan yang menyentuh warga adalah bukti paling nyata. Kami tidak perlu klaim muluk-muluk. Cukup tanyakan ke ketua RT dan warganya,” terang wali kota.

Pos terkait