Dengan tingkat serapan 95,6 persen, testimoni positif dari para ketua RT, serta komitmen Wali Kota untuk terus menyempurnakan regulasi, program BOP RT di Semarang menunjukkan bahwa ia bukanlah sekadar seremonial. Ia adalah investasi sosial yang mulai menuai hasil, meskipun perjalanan masih panjang.
Pos terkait
Cegah Kebakaran di TPA Jatibarang, DLH Gandeng Damkar Lakukan Pendinginan Dua Hari Sekali
Komisi B Minta Penentuan NJOP Diubah dari Sistem Zona ke Nilai Bidang Tanah
Anggaran Diefisiensi, Damkar Kota Semarang Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Maksimal
Alasan Robby Menunggak Bayar Retribusi Parkir: Sekarang Sepi
Tunggak Retribusi Parkir Rp280 Juta, Satpol PP Kota Semarang Panggil Jukir
Siswa SMP Tersesat di Semarang Timur, Polisi Bantu Pertemukan dengan Keluarga
Gets Court Hadirkan Lapangan Padel Berstandar Internasional hingga “Pickleball”
Kantor Pakuwon Gombel Lama Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
30 Petugas Sensus Ekonomi di Kota Semarang Mundur, BPS Beberkan Alasannya
Tangani “Homesick” Siswa, Sekolah Rakyat Kerja Sama dengan Psikolog dari Unika
Komisi D Beri Sejumlah Catatan Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Semarang
Kisruh Eks Sopir Ambulans Puskesmas Pudakpayung, Dinkes Semarang: Tak Ada Maladministrasi
Sabet Gelar Kota Terandal PAPTI Award 2026, Semarang Siap Dongkrak Investasi


















