Ia menambahkan, pergerakan tanah masih berpotensi terjadi berdasarkan hasil kajian sementara dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Oleh karena itu, warga diminta tidak berada di dalam rumah saat hujan turun deras.
“Kami sudah sarankan kalau hujan jangan berada di dalam rumah dulu, karena pergerakan tanah ini masih terus berjalan. Jadi saat ini ada yang mengungsi di rumah lain,” ujarnya.
“Sepanjang saya menjadi lurah, pergerakan tanah ini baru pertama kali terjadi. Tapi kata warga, pergeseran tanah ini terakhir terjadi 25 tahun yang lalu, kata warga yang sudah tinggal sekitar 50 tahunan,” tandasnya.


















