Tangani “Homesick” Siswa, Sekolah Rakyat Kerja Sama dengan Psikolog dari Unika

Suasana makan siang bersama di Sekolah rakyat Terintegrasi Kota Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)
Suasana makan siang bersama di Sekolah rakyat Terintegrasi Kota Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)

Ia menyebut bahwa sekolah membutuhkan total 5 orang guru tambahan yang terdiri dari 3 guru SD, 1 guru seni, dan 1 guru agama. Selama masa transisi menuju perekrutan resmi kementerian pada September mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang siap mengirimkan guru bantu untuk mengisi kekosongan tersebut.

Selain itu, lanjut Ridho, untuk urusan medis, pihak sekolah telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Puskesmas Rowosari yang siap memberikan dukungan penuh bagi kesehatan siswa.

Di sisi pengasuhan asrama, Ridho memastikan bahwa kebutuhan wali asuh saat ini sudah berada dalam kondisi yang aman dan ideal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cuaca Semarang Akhir Pekan: Berawan, Hujan Ringan Siang dan Sore

“Idealnya satu wali asuh menangani 10 siswa. Saat ini kami sudah memiliki 17 wali asuh, dan kami mendapat dukungan tambahan 10 orang lagi dari Direktorat PSMK Kementerian. Suratnya sudah masuk dan mereka tinggal datang, jadi untuk wali asuh sudah aman,” bebernya.

Mengenai infrastruktur fisik bangunan, Ridho menyebutkan bahwa tidak ada lagi pembangunan gedung baru. Saat ini, seluruh fasilitas utama sekolah sedang berada dalam tahap penyelesaian akhir (finishing) sebelum nantinya dapat diakses secara menyeluruh oleh para siswa.

Pos terkait