Sementara itu, hewan kurban kambing berasal dari sejumlah tokoh masyarakat dan institusi, seperti Drs. H. Harsono MBA, Dr. KH. Ahmad Darodji M.Si, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah H. Sarif, Ir. H. Suparno, Ir. H. Choirul Ikhsan, Rektor Universitas Diponegoro, Ibnu Murtaja, PT Prima Mitra Laksana, DPW PPP Jawa Tengah, Bank Syariah Nasional (BSN), BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Tengah-DIY, serta BAZNAS Jateng.
Panitia Idul Adha MAJT juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kurban melalui MAJT. Terdapat dua metode yang disediakan, yakni titip beli hewan kurban dan titip hewan kurban.
Untuk program titip beli, panitia menyediakan sapi berbobot sekitar 300 kilogram seharga Rp25 juta dan kambing berbobot sekitar 35 kilogram seharga Rp4 juta. Biaya tersebut sudah termasuk perawatan, penyembelihan, hingga distribusi daging kurban.
Sedangkan bagi masyarakat yang membawa hewan kurban sendiri, panitia mengenakan biaya operasional sebesar Rp200 ribu untuk kambing atau domba dan Rp1 juta untuk sapi atau kerbau.
Panitia memastikan seluruh rangkaian ibadah kurban di MAJT dilaksanakan secara profesional, transparan, serta memenuhi standar kesejahteraan hewan dan syariat Islam.
Distribusi daging pun diprioritaskan bagi masyarakat sekitar dan umat muslim yang membutuhkan.
Selain pelaksanaan kurban, MAJT juga akan menggelar Shalat Idul Adha 1447 H pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 mulai pukul 06.30 WIB.
Shalat Idul Adha akan menghadirkan khatib Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, dengan imam KH. Zaenuri Ahmad AH yang dikenal sebagai qari internasional. ***


















