Khusus tenaga kependidikan, peserta wajib melampirkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai di perguruan tinggi yang diwakili.
Ketentuan tersebut diberlakukan untuk memastikan peserta benar-benar merupakan bagian dari keluarga besar PTS masing-masing. “Kami menjamin tidak ada pemain bon-bonan,” tegasnya.
Dia menjelaskan, ada empat nomor pertandingan yang dipertandingkan, yakni ganda eksekutif, ganda dengan akumulasi usia 100 tahun, ganda akumulasi usia 90 tahun, dan ganda akumulasi usia 80 tahun. Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur.
Ganda eksekutif menjadi salah satu nomor yang diperkenalkan pada edisi kali ini. Pesertanya berasal dari unsur pimpinan perguruan tinggi, mulai pimpinan yayasan, rektorat, dekanat hingga pimpinan di tingkat program studi.
Nomor tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen pimpinan PTS dalam mempererat silaturahmi sekaligus membangun sportivitas.
Sementara kategori kelompok usia disiapkan untuk memberikan ruang bagi para dosen maupun tenaga kependidikan yang masih aktif bermain tenis di berbagai rentang usia.
Dengan pembagian tersebut, pertandingan diharapkan berlangsung kompetitif sekaligus tetap mengedepankan kebersamaan.
Dari sisi teknis, panitia mengacu pada aturan International Tennis Federation (ITF). Setiap pasangan diberikan waktu pemanasan selama lima menit. Peserta juga diwajibkan melakukan konfirmasi sebelum pertandingan. Jika tidak hadir dalam batas waktu yang telah ditentukan, pasangan akan dinyatakan walkover (WO).
“Lima belas menit waktu yang kami siapkan sebelum dinyatakan WO,” ujarnya.

















