Udinus Launching E Gamelanku di Platform Google Play Store

Udinus Launching E Gamelanku di Platform Google Play Store.
Masuk dalam platform Google Play Store menandai perjalanan E Gamelanku 2.0 milik Udinus kini bisa dinikmati oleh semua kalangan yang ingin belajar alat musik tradisional dengan pendekatan modern.

Fitur kedua mode multiplayer difungsikan untuk berinteraksi di dunia virtual untuk belajar atau bermusik gamelan secara orkestra.

“Menariknya, mode ini memberikan akses bagi setiap user untuk membangun sanggar gamelan virtual. Sehingga pengguna lainnya dapat memilih untuk bergabung dan berinteraksi secara virtual sesuai komunitasnya,” kata Tyas selaku dosen Program Studi Teknik Informatika itu.

Salah satu anggota tim peneliti, Dr. Arry Maulana Syarif, S.S., M.Kom., menambahkan terdapat sejumlah kebaruan yang menjadi pembeda antara E-Gamelanku 2.0 dengan versi sebelumnya. Selain penambahan mode multiplayer, tim peneliti juga melakukan pemutakhiran pada elemen gambar dan bunyi instrumen gamelan, desain, tata letak halaman, tema warna, dan navigasi sistem.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Unsoed Siap Jadi Percontohan Kampus Aman Nir-Kekerasan

“Untuk visualisasi permainan instrumen gamelan (layout gambar instrumen gamelan), pada versi awal, visual disajikan dalam mode perspektif yang menyebabkan kesulitan presisi untuk menyentuh (tap) bilah instrumen. Dalam versi yang terbaru, visual instrumen tampak atas (top view) ditambahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Dr. Arry yang merupakan Sekretaris Pusat Kajian CSAC Udinus menyatakan bahwa pusat kajian tersebut mengapresiasi output penelitian E Gamelanku. Dukungan tersebut dilakukan hingga tahap komersialisasi melalui rilis aplikasi di Google Play Store. Dalam komersialisasi yang dibandrol dengan harga Rp10.000 itu, CSAC juga bekerja sama dengan PT. Dinustek.

BACA JUGA  Begini Cara Udinus Bantu Alumni Masuk Dunia Kerja

“Rilis E Gamelanku di google play store membuka tantangan baru dalam pengembangan sistem yang berkelanjutan untuk perawatan, pemutakhiran, sosialisasi, promosi, dan pemasarannya. Dalam waktu dekat, CSAC akan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat provinsi Jawa Tengah seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sanggar gamelan, dan sekolah-sekolah untuk mempromosikan E-GamelanKu 2.0,” terang Dr. Arry.

Pos terkait