“Penguatan kapasitas identifikasi dan monitoring menjadi dasar pengambilan keputusan konservasi berbasis data,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik teknis identifikasi spesies.
Peserta mendapatkan pelatihan identifikasi menggunakan Photo ID serta pengenalan metode BRUV untuk pemantauan bawah air.
Melalui kolaborasi ini, Unsoed dan WWF Indonesia berharap peserta dapat berperan aktif dalam pemantauan dan pelestarian keanekaragaman hayati laut.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Unsoed dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi laut, agar mampu berkontribusi dalam perlindungan spesies kunci yang penting bagi kesehatan ekosistem laut Indonesia.


















