Ketua Umum Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro mengatakan penghargaan ini akan menjadi ruang representatif untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh pemikir, penggerak, dan pemengaruh (influencer) di Jawa Tengah.
“Bagi dunia usaha, sebuah penghargaan akan menjadi pemacu dan pemicu dalam memberikan dampak strategis usaha karena membangun tingkat kepercayaan (trust) serta reputasi di mata konsumen, investor, maupun stakeholder,” kata Harry.
Ia mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan sosok-sosok dinamis dan visioner yang mengawal agenda ini.
Ia menyebut Rektor USM Supari sebagai salah satu dari sedikit rektor aktif yang dinobatkan sebagai tokoh Pamomong Jateng, Prof Sudharto P Hadi selaku pakar pembangunan berkelanjutan internasional, serta Ketua PWI Jateng Setiawan HK peraih penghargaan Press Card Number One (PCNO).
“Kami meyakini kolaborasi ini dapat membangun ekosistem kemitraan strategis yang kuat dalam memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang masif, khususnya meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menyoroti pentingnya titik temu antara tiga pilar utama pembangunan ini.
“Media adalah mata publik. Kampus adalah dapur gagasan. Dunia usaha adalah mesin penggerak ekonomi. Ketika ketiganya bersinergi, maka lahir kepercayaan publik, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan bangsa,” jelas Setiawan.
Setiawan mengatakan bahwa bangsa ini membutuhkan narasi yang jujur dari ruang redaksi, riset yang membumi dari ruang kelas, serta keberanian investasi dari dunia usaha demi memastikan demokrasi yang sehat dan SDM yang unggul.

















