Bahkan tidak jarang ada orang sekitar yang menaruh curiga, namun memilih untuk tidak mencari tahu lebih lanjut.
“Ini semua adalah suasana yang harus kita benahi bersama. Anak-anak harus berani bersuara, dan kita yang dewasa harus peka serta cepat merespons,” tegas Agustina.
Merespons aspirasi dari Forum Anak dan perwakilan anak bernama Gwen, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi tuntutan ruang ramah anak di Kota Semarang. Salah satunya adalah menyediakan ruang kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kemampuan secara mandiri tanpa merasa terhalangi untuk berekspresi.
Pemerintah Kota Semarang juga sepakat untuk terus menggaungkan kampanye stop bullying dan stop kekerasan terhadap anak.
“Suasana yang mendukung tumbuh kembang anak ini akan terus kita jaga. Kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, tidak hanya di halaman Balai Kota, tetapi bersama-sama dengan seluruh komponen warga di lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.

















