Sebatang Kayu yang Selamatkan Ibu dan Keluarganya dari Amukan Longsor

MATASEMARANG.COM – Yusmidar (50), korban selamat dari bencana longsor di Padang Laweh, Tinggam, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tak berhenti mengucap syukur.

Dia bersama empat anak dan ayahnya selamat dari terjangan tanah longsor yang begitu dahsyat melumat rumahnya menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB pada Jumat (28/11) .

“Allah Mahabesar. Meskipun rumah saya habis tak berbekas, keluarga saya bisa selamat,” ucapnya, Rabu (3/12), di sebuah musala tempat mengungsi keluarga itu sementara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BPBD Catat Ada 87 Kejadian Bencana di Semarang, Paling Banyak Pohon Tumbang

Raut kesedihan mendalam terpancar di wajah Yusmidar yang baru ditinggal suaminya 5 bulan lalu.

Jam menunjukkan pukul 03.00 WIB pada Jumat (28/11) itu, kata Yusmidar memulai kisahnya.  Matanya tidak mau terpejam di tengah derasnya hujan. Tiba-tiba anak perempuan yang paling kecil Asyifa Nur Rahmadhani (8) gelisah dan tidak mau tidur.

“Ada apa, Nak,” tanyanya. Anaknya menjawab ayahnya yang baru 5 bulan meninggal memanggil minta tolong hampir tiga kali.

“Kenapa Abak (ayah) memanggil Mak (ibu)?” kata bocah yang biasa dipanggil Syifa itu.

BACA JUGA  Bus Jamaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah

“Perasaan Syifa saja, mana mungkin Abak memanggil,” jawab Yusmidar.

Setelah itu, dia mengajak anaknya rebahan untuk tidur. Namun, tiba-tiba anaknya berteriak keras minta tolong.

Tak lama berselang terdengar suara gemuruh dan bunyi hantaman yang begitu keras. Tanpa dia sadari rumahnya mulai gelap dan dipenuhi lumpur bercampur air setinggi leher.

Di dalam kepanikannya, Yusmidar bisa menggapai kayu yang ada di dekatnya dan berpegangan sambil memanggil anak-anaknya.

Pos terkait