“Awalnya saya sudah pasrah, namun Allah masih sayang pada kami dan kami berhasil diselamatkan,” katanya dikutip Antara.
Terakhir, dia bersama warga lainnya bersama-sama mencari keberadaan ayahnya Amirudin (75) yang dalam keadaan sakit stroke.
Ayahnya pun ditemukan sudah tertutup lumpur dan bersama-sama warga lainnya berhasil menarik dan menyelamatkannya.
Yusnimar sama sekali tidak menyangka rumahnya bisa luluh lantah di hantam longsor, mengingat rumahnya berdiri di lokasi tanah yang tinggi dibandingkan rumah warga lainnya.
“Saya memiliki enam orang anak. Dua orang anak saya tinggal di rumah eteknya (tante), sedangkan empat lagi tinggal bersama saya. Alhamdulillah bisa selamat,” ucapnya sambil mengucapkan rasa syukur. ***


















