IHSG Rontok, Anjlok 4 Persen Lebih

Ketika pemerintah menyampaikan fundamental ekonomi masih kuat, namun di saat yang sama rupiah terus melemah, IHSG menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk secara global tahun ini.

“Kepercayaan investor merupakan aset yang sangat mahal nilainya. Ketika kepastian kebijakan berkurang dan pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi ke depan, investor cenderung memilih menunggu atau bahkan memindahkan dananya ke negara lain yang dianggap lebih stabil,” jelas Hendra.

Dari sisi arus modal, Hendra mencatat investor asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp864 miliar pada perdagangan hari ini. Sementara secara akumulatif sejak awal tahun, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai sekitar Rp67 triliun. Besarnya arus keluar modal tersebut menjelaskan tekanan jual yang terus terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama indeks.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Petinggi OJK dan BEI Mundur Berjamaah, Pasar Butuh Kejelasan Arah

Ia memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi selama arus keluar dana asing berlanjut dan belum ada katalis positif yang mampu memulihkan kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia.

Meski demikian, Hendra menilai kondisi saat ini tidak harus disikapi secara berlebihan. Ia melihat banyak saham unggulan telah mengalami koreksi cukup dalam sehingga valuasinya mulai menarik bagi investor jangka panjang.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pasar yang tengah mengalami krisis sentimen sering kali bergerak tidak rasional dalam jangka pendek.

BACA JUGA  Digitalisasi Keuangan di Pasar Bisa Lenyapkan Preman dan Copet

“Oleh karena itu, kemungkinan IHSG masih dapat mengalami tekanan lanjutan dan menguji area psikologis berikutnya di sekitar 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan baru dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap,” tuturnya. [Ant]

Pos terkait