- DPRD Kota Semarang mengingatkan Pemkot melakukan mitigasi jelang musim hujan
- Kadarlusman minta Dinkes Kota Semarang perhatikan keamanan peralatan medis, terutama daerah yang rawan banjir
MATASEMARANG.COM – DPRD Kota Semarang menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana yang komprehensif menjelang puncak musim hujan.
Karakteristik ancaman banjir di Ibu Kota Jawa Tengah dinilai terbagi menjadi dua kategori utama, yakni banjir limpasan atau luapan sungai serta banjir antrian sistem saluran drainase.
Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman menjelaskan banjir akibat limpasan air sungai, seperti yang kerap terjadi di kawasan Bukit Dinar Indah (Tembalang) dan Sungai Plumbon memiliki risiko keselamatan paling tinggi.
Sementara itu, banjir akibat antrian saluran air seperti di kawasan Gayamsari hingga kawasan pusat kota berisiko melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.
“Ancaman banjir di Semarang ini ada dua tipe. Pertama, banjir limpasan atau jebolan sungai seperti di Dinar Indah Tembalang dan Sungai Plumbon yang risikonya berat. Kedua, banjir akibat antrian air saluran seperti di Gayamsari. Semuanya tidak boleh diabaikan dan harus diantisipasi karena mengganggu perekonomian serta kesehatan warga,” kata Pilus, sapaan akrabnya, usai Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang, Selasa, 13 Oktober 2026.
Guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal saat cuaca ekstrem, Pilus mengapresiasi kesiapan mitigasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang yang telah memetakan fasilitas kesehatan hingga ke tingkat kecamatan.
Pilus meminta seluruh puskesmas yang berada di titik rawan banjir untuk mengamankan sarana dan prasarana medis lebih awal agar tidak mengalami kerusakan akibat genangan air.

















