Gandeng Karang Taruna dan Sobokarti, Tia Hendi Ajak Gen Z Semarang Bumikan Perda Pemajuan Kebudayaan

Krisseptiana dalam sosialisasi Perda No. 3/2024 Pemajuan Kebudayaan Daerah bareng Karang Taruna dan Sobokarti di Semarang Selasa 15 September 2026
Krisseptiana dalam sosialisasi Perda No. 3/2024 Pemajuan Kebudayaan Daerah bareng Karang Taruna dan Sobokarti di Semarang Selasa 15 September 2026
  • Krisseptiana mengajak generasi muda Kota Semarang untuk terlibat aktif dalam melestarikan dan mengaktualisasikan kebudayaan daerah
  • Perda No. 3 Tahun 2024 hadir sebagai payung hukum untuk melindungi, mengembangkan, memfasilitasi, serta membina potensi seni dan budaya lokal

MATASEMARANG.COM – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana yang akrab disapa Mbak Tia mengajak generasi muda Kota Semarang untuk terlibat aktif dalam melestarikan dan mengaktualisasikan kebudayaan daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah bersama 200 warga, anggota Karang Taruna, dan pegiat seni Kota Semarang pada Selasa, 15 September 2026 di Balai Kelurahan Mlatiharjo.

BACA JUGA  Sumanto: Wawasan Kebangsaan Tak Sekadar Hafalan Pancasila dan UUD 1945

Mbak Tia menegaskan bahwa Perda No. 3 Tahun 2024 hadir sebagai payung hukum untuk melindungi, mengembangkan, memfasilitasi, serta membina potensi seni dan budaya lokal agar tidak runtuh tergerus arus modernisasi.

Bacaan Lainnya

“Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2024 hadir untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan daerah agar tidak tergerus arus modernisasi. Kita ingin anak-anak muda, khususnya Gen Z di Kota Semarang, tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku dan kreator yang bangga membawakan nilai-nilai lokal ke panggung yang lebih luas,” ujar Mbak Tia saat memberikan paparannya.

BACA JUGA  Punya Segudang Atlet Potensial, Mohammad Saleh Optimistis Jateng Masuk 3 Besar

Dalam kesempatan tersebut, Tokoh Pemuda Sobokarti Kota Semarang, Mochamad Fajri Fadhilah menyuarakan pentingnya pemanfaatan media digital dan media sosial sebagai wadah baru bagi Generasi Z untuk mengenalkan seni tradisi.

Menurutnya, kreativitas anak muda dalam mengemas konten budaya dapat membuat kesenian daerah tetap relevan tanpa menghilangkan kearifan lokalnya.

Pos terkait