Krisseptiana dan Hendrar Prihadi Duduk Bersama Pemuda Mugassari, Bedah Pentingnya Gaya Kepemimpinan Melayani

Krisseptiana dan Hendrar Prihadi dalam dialog bersama warga Mugassari, 15 September 2026
Krisseptiana dan Hendrar Prihadi dalam dialog bersama warga Mugassari, 15 September 2026
  • Krisseptiana mengajak pemuda yang merupakan calon untuk peka terhadap kondisi sekitarnya
  • Dia ingin pemimpin ini nantinya memiliki jiwa melayani masyarakatnya

MATASEMARANG.COM – Suasana di kawasan Mugassari, Semarang Selatan, terasa hangat pada Selasa siang 15 September 2026.

Ratusan warga dan pemuda setempat tampak berkumpul memenuhi lokasi acara, menyimak diskusi yang mengupas arah masa depan generasi muda di Kota Semarang.

Di tengah riuhnya dinamika anak muda masa kini yang dihadapkan pada gempuran teknologi dan perubahan zaman, gagasan tentang kepemimpinan yang mau turun tangan dan melayani (servant leadership) menjadi topik utama pembahasan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Semarang Dibuka Hari Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat

Hadir di tengah warga, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Krisseptiana yang akrab disapa Mbak Tia menjelaskan bahwa daerah membutuhkan anak-anak muda yang tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Pembangunan kepemudaan melalui Perda Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2021 bertujuan mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, berdaya saing, dan aktif dalam pembangunan daerah. Kita ingin mendorong para pemuda Semarang memiliki karakter servant leadership, sebuah kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan, empati, dan keberpihakan pada masyarakat,” ujar Mbak Tia di hadapan peserta.

BACA JUGA  Realisasi Investasi Semarang Melesat Lebih dari 100 Persen

Dia menambahkan, lahirnya Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan menjadi fondasi penting bagi Pemprov dan Pemkot dalam membina potensi anak muda.

Regulasi ini memberi ruang luas bagi pengembangan kewirausahaan, peningkatan kapasitas, hingga kepemimpinan kepemudaan.

Namun, keberadaan regulasi dinilai tak akan berdampak maksimal jika tak diimbangi dengan pembentukan mentalitas serta karakter pemuda yang kuat di lapangan.

Pos terkait