MATASEMARANG.COM – Di tengah gencatan senjata disertai upaya penyelesaian damai Iran dengan Amerika Serikat, pasukan AS malah kembali menggempur negeri para mullah tersebut.
Gempuran terbaru pasukan AS tersebut membuat situasi di Timur Tengah makin runyam. Imbasnya, perekonomian global ikut tertekan akibat harga minyak dan komoditas strategis lainnya yang tidak kunjung pulih seperti sebelum agresi AS ke Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangkaian “serangan membela diri tambahan” terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Rabu berdasarkan arahan Presiden Donald Trump.
“Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi,” kata CENTCOM melalui media sosial X.
“Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut,” menurut militer AS itu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, rencana serangan militer AS terhadap Iran akan difokuskan pada “fasilitas kunci” di Iran, sembari memperingatkan bahwa operasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat tersebut akan “kuat dan jelas”.
“Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya,” ucap Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida.
Keputusan Trump untuk melakukan eskalasi serangan terhadap Iran dilakukan menyusul penembakan sebuah helikopter Apache AS oleh Iran awal pekan ini.















