Selaras dengan upaya mendukung penerapan bioetanol, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempercepat pengembangan pabrik bioetanol terintegrasi di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi sektor perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan proyek yang mengusung konsep bioetanol terintegrasi tersebut diharapkan menjadi model pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian dan sumber daya domestik.
Komitmen tersebut ditegaskan dirinya dalam rapat koordinasi dan kunjungan lapangan pengembangan bioetanol terintegrasi di provinsi lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), serta para pemangku kepentingan terkait pada Selasa (9/6).
Lampung memiliki potensi bahan baku yang kuat, baik dari molases tebu, sorgum, maupun limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua (second generation bioethanol). [Ant]


















