Cegah Banjir, Masyarakat Diminta Buat Biopori di Sekitar Rumah dan Jalan

DLH Kota Semarang Optimalkan Biopori sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim
DLH Kota Semarang Optimalkan Biopori sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim

MATASEMARANG.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak masyarakat untuk memperbanyak pembuatan biopori sebagai langkah nyata menghadapi ancaman banjir.

Menurutnya, biopori bukan hanya sekadar lubang resapan, tetapi juga bagian dari gerakan peduli lingkungan yang bisa dilakukan bersama-sama.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Khotmil Quran ke-VII di Pondok Pesantren Mazaya, Bandungsari, Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Sabtu 24 Januari 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  18 Tahun PIMAJT, Dulu Hanya Santuni Anak Yatim Rp800 Ribu, Kini Ratusan Juta Rupiah

“Banjir kembali terjadi di Pemalang dan Brebes. Saya berharap masyarakat tetap siaga. Mari kita buat biopori di rumah maupun jalan desa agar air hujan bisa terserap dengan baik,” ucapnya.

Ia menambahkan, biopori di jalan desa sebaiknya dibuat dengan jarak 20–40 meter agar efektif menampung air hujan.

Dengan begitu, perbaikan infrastruktur desa tidak hanya fokus pada jalan, tetapi juga pada sistem resapan air.

Selain mengingatkan soal lingkungan, Gus Yasin juga mengajak para santri untuk mendoakan keselamatan Jawa Tengah dan Indonesia.

BACA JUGA  Modifikasi Cuaca Jateng, Pesawat PK-SCJ Tebar 1 Ton Garam ke Awan

Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan tali asih kepada dua penghafal Al-Quran 30 juz, Romzatul Khamidah dan Ullynia Kharisma Zayana.

Ullynia mengaku bangga atas apresiasi dari pemerintah.

“Bersyukur sekali bisa menyelesaikan 30 juz, dan senang karena ada apresiasi dari pemerintah,” katanya.

Pos terkait