Di sektor lingkungan, Pemkot Semarang juga memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Seluruh RW didorong memiliki bank sampah, baik dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada maupun membentuk titik pengelolaan baru.
“Saat ini tengah masuk dalam sejumlah program pengolahan sampah menjadi energi, termasuk pengolahan sampah menjadi listrik dan bahan bakar alternatif,” ujarnya.
Pemkot juga berencana memberikan pelatihan pengolahan sampah agar memiliki nilai ekonomis bagi warga. Bahkan, sebagai bagian kampanye kreatif lingkungan hidup, pemerintah akan mengadakan lomba fesyen berbahan daur ulang sampah yang melibatkan berbagai komunitas masyarakat.
“Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sampah di Kota Semarang,” pungkasnya.*** (AZM)

















