Diduga Rem Blong, Truk Muatan Biji Plastik Terguling di Ungaran

Petugas Satlantas Polres Semarang melakukan penanganan dan evakuasi badan truk box yang terguling di Jalan Tol Solo-Semarang KM 430.900 (foto: Polres Semarang)
Petugas Satlantas Polres Semarang melakukan penanganan dan evakuasi badan truk box yang terguling di Jalan Tol Solo-Semarang KM 430.900 (foto: Polres Semarang)
  • Truk box muatan biji plastik terguling di Tol Solo-Semarang KM 430.900 Ungaran
  • Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun lalu lintas sempat tersendat dan menimbulkan kemacetan

MATASEMARANG.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit truk pengangkut biji plastik di Jalan Tol KM 430.900 Jalur B arah Tol Solo-Semarang, tepatnya di wilayah Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 14.22 WIB.

Kendaraan Hino Truck Box bernomor polisi AA 8709 UC tersebut dikemudikan oleh M. Shoffil Fuad (21), warga Kabupaten Rembang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

BACA JUGA  Rem Tak Berfungsi, Truk Hantam 9 Kendaraan di Bawen

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Raymond Daniel Titaheluw didampingi Kanit Gakkum Iptu Handriani, membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan tunggal di jalur bebas hambatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan satu unit Hino Truck Box bermuatan biji plastik. Berdasarkan keterangan awal yang kami peroleh, kendaraan melaju dari arah Bawen menuju Ungaran, dan setibanya di lokasi kejadian diduga sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi dengan baik. Pengemudi sempat membanting kemudi truk kemudian oleng, menabrak pembatas jalan, sebelum akhirnya terguling di Jalan Tol KM 430.900 Jalur B,” kata AKP Raymond Daniel Titaheluw.

BACA JUGA  Pengunjuk Rasa Sambut Hangat Marinir, Berdialog, lalu Bubarkan Diri

AKP Raymond Daniel Titaheluw menjelaskan bahwa badan truk yang melintang sempat menutup ruas jalur Tol Solo-Semarang sehingga menimbulkan kemacetan dan antrean kendaraan hingga beberapa kilometer.

Guna mengurai kepadatan, petugas di lapangan langsung melakukan tindakan darurat sembari menunggu unit kran (crane) penolong tiba di lokasi.

“Sambil menunggu kran guna evakuasi, dilakukan upaya evakuasi badan truk agar satu lajur bisa dilewati pengguna jalan tol,” ujarnya.

Pos terkait