Dini Inayati Kenang Wahid Nurmiyanto Sosok yang Kritis dan Sederhana

“Beliau itu cermat dalam membaca dan menganalisis postur anggaran. Saya mendapatkan sesuatu yang berbeda pada sosok beliau saat mencermati setiap anggaran. Itu ilmu baru bagi saya,” tuturnya.

Dalam kehidupan sosial, Dini melihat almarhum Wahid adalah sosok yang sederhana dan tidak “neko-neko”.

“Pak Wahid itu sosok yang sederhana, tidak banyak neko-neko, tidak berpenampilan berlebihan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pastikan Kinerja Trans Semarang, Komisi C Sidak ke Garasi BRT

Dua Kursi Kosong

Terkait dengan adanya dua kursi kosong di komisi C, Dini berharap baik dari PAN maupun PDIP yang merupakan partai pengusung almarhum V. Djoko Riyanto yang telah meninggal pada 9 November 2025, bisa menyiapkan pengganti antar waktu (PAW), agar fungsi kedewanan terutama di Komisi C bisa berjalan dengan seimbang.

“Kita tidak bisa intervensi karena sepenuhnya wewenang partai masing-masing yakni PAN dan PDIP. Yang jelas kita jadi sangat berkurang personal komisi C tentu dalam rapat komisi ada yang kurang karena mereka punya insight yang berbeda sehingga kalau gak ada satu maka kita kehilangan satu insight berbeda,” tandasnya. ***

Pos terkait