DPRD Jateng Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Buruh Difabel

Gubernur dan DPRD Provinsi Jateng berdialog dengan buruh di Ruang Rapat Gubernur Lantai 2, Jumat (1/5/2026). (foto: DPRD Jateng)
Gubernur dan DPRD Provinsi Jateng berdialog dengan buruh di Ruang Rapat Gubernur Lantai 2, Jumat (1/5/2026). (foto: DPRD Jateng)

MATASEMARANG.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Tengah berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Momentum ini menjadi ruang dialog antara elemen buruh, mahasiswa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan DPRD, yang digelar di Ruang Rapat Gubernur, Jumat 1 Mei 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi hadir langsung bersama sejumlah anggota DPRD, di antaranya Wakil Ketua Komisi E Yudi Indras Wiendarto, Anggota Komisi B Yusuf Hidayat, dan Anggota Komisi A Ribut Budi Santoso.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Warga Mengadu Saluran Mampet, Siti Roika Langsung Panggil Petugas Pembersih

Dalam audiensi, buruh menyampaikan persoalan upah yang dinilai masih rendah, akses menuju kawasan kerja di Sayung, serta pemenuhan hak pekerja disabilitas yang belum optimal.

Mahasiswa menyoroti isu pendidikan, transparansi penerima KIP, kesejahteraan tenaga pendidikan, hingga perlindungan jurnalis.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto menekankan pentingnya menjadikan May Day sebagai pengingat bersama.

“Persoalan buruh tidak hanya soal hubungan industrial, tapi juga menyangkut kesejahteraan sosial, pendidikan, hingga perlindungan hak dasar pekerja. Pemerintah dan DPRD menerima seluruh aspirasi untuk diselesaikan bertahap dengan regulasi dan pengawasan,” ujarnya.

BACA JUGA  UMKM Perlu Tingkatkan Daya Saing, Produknya Harus Unik

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov Jateng dalam mengawal persoalan ketenagakerjaan.

“Momentum Hari Buruh harus jadi titik penguatan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan stakeholder ketenagakerjaan agar persoalan buruh di Jawa Tengah dapat diminimalisasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Pemprov Jateng juga memberi perhatian pada pendidikan anak buruh, membuka peluang kerja melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, serta memastikan infrastruktur penunjang kawasan industri dalam kondisi mantap 94 persen.

Pos terkait