MATASEMARANG.COM – Kelurahan Tembalang dan Kecamatan Tembalang kini memiliki solusi baru untuk mengatasi lonjakan volume sampah.
Melalui Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) Tim Politeknik Negeri Semarang (Polines) menyerahkan insinerator ramah lingkungan berkapasitas 50 kg/jam kepada pemerintah kecamatan pada Kamis 11 Desember 2025.
Langkah ini merespons catatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang menempatkan Tembalang sebagai wilayah dengan produksi sampah terbesar kedua, mencapai 49.367 ton per tahun atau sekitar 135 ton per hari.
Ketua Program, Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian hilirisasi dari program revitalisasi 2025. Kehadiran inovasi insinerator ini berbeda dengan pembakaran terbuka konvensional.
Teknologi termal dengan ruang bakar ganda dan sistem filtrasi sederhana mampu menekan emisi gas buang serta mereduksi volume sampah residu hingga 80 hingga 95 persen.
“Pemanfaatan insinerator minim asap ini menjadi alternatif konkret untuk mengurangi ketergantungan pada TPA Jatibarang yang kapasitasnya semakin menipis,” ujarnya.
Dalam prosesnya, pihak Polines dan Kecamatan Tembalang melakukan koordinasi intensif tentang cara kerja dan pengoperasian alat insenerator.
Hal itu dilakukan agar penerima alat insenerator mampu memahami prinsip kerja, mengoperasikan hingga merawat alat tersebut.
Serah terima alat dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polines kepada Camat Tembalang Abdul Haris Nur Hidayat dengan disaksikan jajaran lurah se-Kecamatan Tembalang.
Pemerintah Kecamatan Tembalang pun menyambut positif langkah hilirisasi riset kampus yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat ini.
Selain itu, sinergi antara akademisi dan birokrasi ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah mandiri yang dapat direplikasi di wilayah urban padat penduduk lainnya di Kota Semarang.


















