Ali juga menyoroti kurang adanya koordinasi antara Pemerintah Kota dengan pihak kontraktor proyek dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pengecoran jalan.
“Dari laporan yang kami terima, beberapa titik halte yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban pengecoran. Ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas publik yang sangat penting,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjut, Ali minta Pemerintah Kota Semarang segera melakukan evaluasi dan memperbaiki halte bus Trans Semarang yang tenggelam.
“Kami meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan dan peninggian terhadap hatle, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, tindakan perbaikan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, baik dalam hal pembangunan halte yang terkena imbas, maupun dalam memberikan solusi transportasi alternatif bagi pengguna Trans Semarang yang terdampak.
“Harapan kami, dengan evaluasi yang lebih baik, proyek-proyek besar seperti ini bisa lebih memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada angkutan umum,” pungkasnya.

















