MATASEMARANG.COM – Dua kapal tanker Pertamina sampai saat ini masih tertahan tertahan di Teluk Persia akibat perang antara Iran melawanAmerika Serikat dan Israel yang menyebabkan tutupnya Selat Hormuz.
Sebelumnya Gus Miftah dalam ceramahnya yang beredar di jagat maya menyebut dua kapal tanker Pertamina berhasil melewati Selat Hormuz.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengakui sampai kini pihaknya masih mengupayakan pembebasan dua kapal tanker yang tertahan di selat itu lebih dari sebulan.
“Masih dengan posisi yang sama. Kami terus berkoordinasi dan konsultasi juga dengan pemangku kepentingan terkait, ya, termasuk Kementerian Luar Negeri,” ujar Arya ketika ditemui di sela-sela acara Sustainability Champions yang digelar di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran (KBRI Teheran), dan pihak-pihak lainnya yang turut berupaya untuk membebaskan dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Saat ini, lanjut dia, Pertamina terus memonitor perkembangan situasi di Selat Hormuz yang sangat dinamis.
“Sekali lagi, terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan semua pihak untuk ini,” ucap Arya.
Dalam kesempatan tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan Pertamina terus menjalin komunikasi dengan kru yang berada di kapal untuk memastikan keamanan atas awak kapal.
Selain berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Baron juga menyampaikan Pertamina melalui Pertamina International Shipping berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pihak asuransi dan lainnya.

















