MATASEMARANG.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar seremonial, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi bangsa.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kritik eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden.
Melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menyebut diplomasi harus dilihat dari hasil.
Ia mencontohkan sejumlah capaian, mulai dari kelanjutan kerja sama BRICS yang menjaga stabilitas BBM dan pangan, tarif 0 persen dari Uni Eropa, hingga investasi Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir.
“Diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Teddy juga menjawab kritik soal biaya perjalanan luar negeri. Menurutnya, segala kelebihan biaya ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo.
Selain itu, jumlah rombongan kunker telah berkurang hampir 50 persen dibanding periode sebelumnya.
“Kalau dulu bisa lebih dari 120 orang, sekarang maksimal 50–60 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kunjungan luar negeri penting dilakukan di tengah dinamika global agar Indonesia memiliki hubungan baik dengan para pemimpin dunia.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru minta bantuan. Hubungan harus dipanen sejak awal,” ujarnya.


















