Dengan rencana pembukaan wilayah operasional baru, Bajaj menargetkan peningkatan jangkauan layanan sekaligus mempercepat waktu tunggu pelanggan.
Regional Manager Jawa Tengah & DIY Bajaj Indonesia Muhammad Rio mengatakan ekspansi ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Semarang untuk berinvestasi melalui program kepemilikan armada Bajaj atau yang dikenal sebagai program Juragan Bajaj.
Rio mengatakan pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi membuat permintaan perjalanan terus meningkat dari berbagai titik di Kota Semarang. Namun hingga saat ini, ketersediaan armada masih belum mampu menjangkau seluruh potensi pasar yang ada.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang yang sangat menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki aset produktif dengan potensi penghasilan jangka panjang.
“Kami melihat Semarang memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan perjalanan terus bertumbuh, terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis, dan destinasi wisata,” kata Rio.
Saat ini, lanjutnya, masih banyak area yang belum terlayani secara maksimal karena keterbatasan armada.
“Oleh karena itu kami membuka kesempatan bagi masyarakat Semarang untuk ikut bertumbuh bersama Bajaj melalui investasi armada yang dapat menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, Rio mengatakan bahwa armada Bajaj juga menjadi salah satu aset produktif yang memiliki nilai investasi jangka panjang. Seiring meningkatnya permintaan armada di berbagai kota operasional, harga unit Bajaj cenderung mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.


















