“Kondisi ini menjadikan pembelian armada pada saat ini sebagai peluang yang lebih menarik dan menguntungkan dibandingkan menunggu di masa mendatang, karena investor berpotensi memperoleh harga akuisisi yang lebih kompetitif,” jelasnya.
Berdasarkan performa operasional saat ini, investasi armada Bajaj memiliki potensi pengembalian investasi (ROI) hingga sekitar 50 persen per tahun dengan estimasi periode balik modal (BEP) sekitar 2 tahun.
“Setelah melewati masa tersebut, armada tetap dapat terus menghasilkan pendapatan sehingga memberikan potensi keuntungan berkelanjutan bagi pemilik armada,” terangnya.
Cerita Juragan Bajaj
Salah satu contoh keberhasilan program investasi armada datang dari Gilbert Fedrick Purba, salah satu Juragan Bajaj di Semarang. Ia sendiri saat ini sudah memiliki 15 unit armada bajaj.
Menurut Gilbert, keputusan untuk berinvestasi di Bajaj berawal dari melihat tingginya kebutuhan transportasi masyarakat serta model bisnis yang relatif mudah dipantau.
“Tujuan awal untuk menambah penghasilan. Sebelum memutuskan investasi, saya mempertimbangkan berbagai aspek dan membandingkan beberapa pilihan usaha. Pada akhirnya, saya menjatuhkan pilihan kepada Bajaj karena menurut saya prospeknya ke depan cukup baik, dan perhitungan balik modal atau break even point BEP-nya juga cukup menarik,” cerita Gilbert.
Tidak hanya investor yang melihat peluang tersebut. Beberapa calon juragan yang mengikuti sesi pengenalan bisnis Bajaj juga mengaku tertarik setelah mengetahui langsung kondisi pasar dan kebutuhan transportasi di lapangan.


















