“Curiganya memang sengaja menjadikan orang-orang itu panik. Nah, ini menjadi indikasi kita,” jelasnya.
Kendati demikian, saat petugas melakukan pembersihan area, tidak ditemukan adanya bekas jelaga maupun serbuk di lokasi kejadian.
“Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja,” katanya.
Denny menegaskan bahwa ulah tersebut bukan dilakukan oleh penggemar maupun kerabat dari grup musik Kotak, melainkan oknum yang memanfaatkan keramaian untuk membuat kerusuhan.
“Ini hanya mungkin orang-orang yang memanfaatkan menyempatkan diri untuk membuat kerusuhan, karena mereka ingin acara ini menjadi buyar,” tegasnya.
Akibat insiden tersebut, sejumlah penonton mengalami dampak kesehatan hingga kehilangan barang berharga. Tim P3K yang bertugas di lokasi memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah penonton yang mengalami sesak napas.
Selain itu, terdapat beberapa penonton yang dilaporkan kehilangan ponsel. Pihak pengelola telah memberikan pendampingan kepada para korban untuk membuat laporan resmi.
Satu orang terduga pelaku yang diduga sebagai provokator sekaligus bagian dari aksi pencopetan berhasil diamankan oleh petugas gabungan dari keamanan internal, Satgas, dan unsur Tiga Pilar.
“Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari,” ungkap Denny.
UPK Kota Tua menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengunjung atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam acara gratis tersebut.


















