MATASEMARANG.COM – Gempabumi tektonik terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Jumat 6 Februari 2026 pukul 01.06 WIB.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memang tidak berpotensi adanya tsunami, namun gempa terasa hingga ke Kota Semarang, Jawa Tengah.
Adanya gempabumi tersebut, KA Doap 4 Semarang melakukan langkah antisipasi sebagai bagian dari prosedur keselamatan operasional yakni dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api di wilayah terdampak.
Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian aman pascagempa.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa dirasakan, KAI langsung melakukan koordinasi dengan unit terkait.
“Pada pukul 01.09 WIB, KAI Daop 4 Semarang segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” kata Luqman, Jumat 6 Februari 2026.
Luqman menjelaskan penghentian sementara perjalanan kereta api dilakukan untuk memastikan jalur rel, jembatan, serta seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi aman dan layak dilalui sebelum operasional kembali dijalankan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, kondisi prasarana perkeretaapian termasuk jalur KA di wilayah yang merasakan gempa dinyatakan aman pada pukul 02.16 WIB.
“Selama masa pengecekan kondisi prasarana, ada 14 KA di wilayah Daop 4 yang harus Berhenti Luar Biasa, yaitu 10 KA penumpang dan 4 KA barang,” kata dia.


















