Ia menambahkan, GP Ansor ingin menghadirkan organisasi yang tidak hanya aktif dalam bidang keagamaan, sosial, dan kebangsaan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi melalui program-program pemberdayaan masyarakat.
Arif juga berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Semarang terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian produktif.
“Kami percaya bahwa lahan yang belum produktif dapat menjadi sumber kesejahteraan apabila dikelola secara baik. GP Ansor siap bekerja, siap mengelola, dan siap bertanggung jawab apabila diberi kesempatan untuk bersama-sama mengoptimalkan aset daerah demi kemanfaatan masyarakat,” tegasnya.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Patriot Ketahanan Pangan yang dikembangkan GP Ansor secara nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin. Melalui gerakan ini, kader Ansor didorong untuk aktif mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan berbagai usaha produktif sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Agustina berharap keberhasilan panen jagung di Tambangan dapat menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak kawasan pertanian produktif yang dikelola masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang.
“Semoga gerakan ini terus berkembang, tidak berhenti pada satu kali panen. Mari kita jadikan lahan-lahan produktif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membangun kemandirian ekonomi dari tingkat lokal,” pungkas Agustina.
















