- Bank Jateng memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mempercepat ETPD melalui HLM TP2DD 2026
- Pemimpin Bank Jateng Cabang Boyolali Umi Laila Sholichah dan Bupati Boyolali Agus Irawan mendorong optimalisasi KKI serta penyusunan Peta Jalan TP2DD Kabupaten Boyolali T.A. 2026–2031
MATASEMARANG.COM – Tata kelola transaksi pendapatan dan belanja Pemerintah Kabupaten Boyolali dipastikan makin transparan dan efektif.
Bank Jateng secara resmi menyatakan kesiapannya dalam memperluas infrastruktur perbankan digital untuk mendukung implementasi transaksi nontunai di lingkungan Pemkab Boyolali.
Dukungan penuh tersebut mengemuka dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Boyolali Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Boyolali, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Boyolali Umi Laila Sholichah menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur perbankan digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel.
“Bank Jateng Cabang Boyolali mendukung penuh percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Kabupaten Boyolali. Komitmen ini kami wujudkan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah serta dukungan layanan perbankan digital untuk mengoptimalkan transaksi pendapatan dan belanja daerah,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan mengarahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada transaksi belanja daerah, sekaligus mempercepat digitalisasi pada sektor penerimaan daerah.
Langkah strategis ini diperkuat dengan evaluasi pelaksanaan ETPD periode 2021–2025 yang dipaparkan oleh Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali Muhammad Arief Wardianta serta tinjauan capaian semester I 2026 oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Pramudya Wicaksana.

















