MATASEMARANG.COM – Paryono warga RT 06 RW 05, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang menceritakan kondisi rumahnya yang sudah banyak mengalami retakan semenjak adanya proyek pengerjaan jalan Gombel Lama dan proyek pembangunan Mal Pakuwon.
Ia menunjukkan beberapa dinding rumah yang retak memanjang seperti di ruang tamu, kamar tidur hingga bagian belakang rumah. Selain dinding, lantai rumahnya juga nampak menggelembung sejak dimulainya dua proyek di kawasan Gombel tersebut.
Sebelum adanya proyek, rumahnya memang sudah mengalami retakan kecil karena memang berada di lintasan tanah gerak. Tapi retakan tersebut semakin bertambah parah sejak dimulainya dua proyek besar yang menggunakan alat-alat berat.
“Sebelumnya itu hanya retak kecil. Sekarang retakannya semakin lebar dan semakin parah. Saya jadi khawatir karena temboknya mulai remuk,” ungkap Paryono, Kamis, 11 Juni 2026.
Aktivitas pembangunan Mal Pakuwon yang hanya berjarak sejengkal dari rumahnya, seringkali berlangsung hingga larut malam. Bahkan ia sering merasakan kondisi tanah di sekitar rumahnya semakin labil terutama saat hujan turun.
“Dini hari sekitar jam 01.00 pas musim hujan itu sering terasa getaran dan terdengar suara krek-krek. Besoknya itu saya langsung cek ada keretakan atau tidak,” ujarnya.
Rumah milik anak Paryono yang berada di sebelah rumahnya pun juga turut mengalami kerusakan yang sama. Beberapa bagian bangunan mengalami retakan yang diduga karena dipicu adanya aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.


















