“Kalau dulu kan pernah dikasih subsidi ya. Nanti kita tunggu arahan pimpinan, apakah subsidi atau apa. Tapi sudah komunikasi,” ujarnya dikutip Antara.
Ia mengatakan, pemerintah perlu mencari solusi agar kenaikan biaya bahan baku tidak semakin membebani perajin tempe dan pada akhirnya berdampak terhadap harga produk yang dibayarkan konsumen.
“Kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya, biar harganya murah dan terjangkau,” jelas Budi.
Budi menambahkan, kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari kondisi perdagangan global, termasuk perkembangan harga minyak.
Meski demikian, pemerintah akan membahas langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha perajin tempe.
Ia menekankan bahwa keputusan pemberian subsidi belum ditetapkan dan masih akan dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah. ***


















