Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari, menyebutkan ada lima daerah di Jateng yang andil dalam realisasi PMA dan PMDN pada 2025.
Kelima daerah tersebut yakni, Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun, Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, serta Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.
Ia menilai bahwa pemerataan investasi di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat.
“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya.
Berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jateng 2025 didominasi industri pengolahan, yakni, industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun.
Kemudian, industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp8,96 triliun. Lalu industri tekstil mencapai Rp7,97 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.
Dari sisi negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jateng pada 2025 adalah Hong Kong senilai Rp12,92 triliun, lalu Singapura Rp11,43 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 triliun, Korea Selatan Rp4,96 triliun, dan Samoa Barat Rp2,96 triliun. [Ant]





















