Bank Pasar Semarang Targetkan Pertumbuhan Kredit 9,11 Persen

Direktur Utama Bank Pasar Semarang Novi Anton Andi Taadi (dok matasemarang.com)
Direktur Utama Bank Pasar Semarang Novi Anton Andi Taadi (dok matasemarang.com)

MATASEMARANG.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Bank Pasar Kota Semarang menatap tahun buku 2026 dengan optimisme tinggi.

Bank milik Pemerintah Kota Semarang ini membidik ekspansi bisnis secara sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya aktivitas sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Pasar Kota Semarang, Novi Anton Andi Taadi, menyebut optimisme tersebut didasarkan pada prospek riil di lapangan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Guru Harus Siap Hadapi Tantangan Digital

“Kami melihat prospek ekonomi Kota Semarang di tahun 2026 tetap positif. Aktivitas perdagangan dan kebutuhan modal pelaku UMKM terus meningkat. Dengan basis nasabah yang kuat dan pengelolaan risiko terukur, kami optimistis mampu meningkatkan aset, kredit, dan profitabilitas secara sehat,” ujarnya, Jumat 4 Juni 2026.

Manajemen telah menetapkan indikator kinerja utama untuk tahun 2026. Target penyaluran kredit dipatok naik 9,11 persen dari posisi Desember 2025, sehingga nominalnya diproyeksikan mencapai Rp96,814 miliar.

Fokus pembiayaan diarahkan kepada debitur produktif dan pelaku UMKM.

BACA JUGA  40 Investor Tertarik Masuk Jateng lewat CJIBF 2026, Potensi Investasi Rp16 Triliun

Dari sisi profitabilitas, pendapatan operasional ditargetkan tumbuh 11,71 persen, sementara laba usaha dibidik naik 17,94 persen.

Manajemen juga berkomitmen menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap aman melalui pengetatan kualitas aset dan pemenuhan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

“Ekspansi yang kami lakukan harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian. Selain mengejar pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 11,71 persen dan laba usaha 17,94 persen, efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) akan terus dikendalikan secara ketat agar bisnis berjalan stabil,” tambah Novi.

Pos terkait