Keberadaan kolam retensi yang akan dibangun nantinya diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi kawasan Pantura Jawa Tengah yang selama ini juga berjuang menghadapi kelangkaan air baku.
Kepala BOPPJ Didit Herdiawan menambahkan bahwa penanganan di Jawa Tengah akan dibagi berdasarkan segmentasi wilayah.
Saat ini, kajian mendalam seperti investigasi tanah (soil investigation) dan batimetri telah dilakukan untuk memastikan solusi teknis yang tepat di lapangan, khususnya di sektor Kendal hingga Semarang.
Meskipun fokus pada pembangunan fisik, AHY menegaskan solusi yang diambil tidak akan seragam di setiap daerah.
Pemerintah akan mengombinasikan infrastruktur fisik dengan pendekatan berbasis alam (green solution), seperti penanaman mangrove di area yang memungkinkan.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov Jateng sendiri tercatat aktif melakukan rehabilitasi lingkungan.
Sepanjang tahun 2025 saja, sebanyak 2,3 juta batang mangrove telah ditanam melalui program ‘Mageri Segoro’ sebagai upaya alami menjaga ekosistem pesisir.
Dengan dimulainya proyek strategis nasional ini, diharapkan ancaman rob yang selama ini melumpuhkan aktivitas ekonomi di jalur utama Pantura Jawa dapat teratasi secara permanen dan berkelanjutan.

















