Komisi D Beri Sejumlah Catatan Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Semarang

Komisi D DPRD Kota Semarang Kunjungi Sekolah Rakyat (matasemarang.com/Lia dina)
Komisi D DPRD Kota Semarang Kunjungi Sekolah Rakyat (matasemarang.com/Lia dina)

Kemudian, terkait dengan jumlah siswa yang mencapai 270 siswa untuk semua jenjang yakni 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP dan 90 siswa jenjang SMA, saat ini hanya ditunjang sekitar 20 orang guru.

Mualim meminta kepala sekolah segera berkoordinasi dengan Kementerian Sosial atau Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan penambahan guru dan pembina asrama.

“Yang tak kalah penting juga perlu disiapkan tenaga psikolog pendamping, mengingat latar belakang anak didik yang mayoritas merupakan yatim, piatu, atau dari keluarga sangat tidak mampu, penyesuaian mental di lingkungan baru (asrama) menjadi tantangan besar,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  LPPM Unsoed Gaungkan Transformasi Digital Berkelanjutan Berbasis Nilai Lokal

Dalam tinjauannya, Mualim sempat menyaksikan langsung bagaimana aspek psikologis sangat memengaruhi kenyamanan anak-anak asrama di awal masa sekolah ini.

“Tadi kami melihat ada siswa yang menangis saat makan bersama. Bukan karena makanannya kurang enak atau kurang bergizi, tetapi karena dia rindu rumah dan terharu. Dia makan enak di sini, lalu teringat adik atau ibunya di rumah apakah sudah makan atau belum,” cerita Mualim.

Oleh sebab itu, menurutnya kehadiran psikolog asrama sangatlah penting guna menggali kondisi mental anak. Selain itu, pemberian stimulan bantuan bagi orang tua murid yang berada di rumah juga krusial agar terjadi keseimbangan kesejahteraan antara anak di sekolah dan keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA  Ijazah SMA dan S-1 Jokowi Disita Penyidik

Mualim menegaskan komitmen legislatif untuk terus mengawal isu ini bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Wali Kota Semarang agar pemenuhan guru, termasuk penempatan guru PPPK dan sarana pendukung lainnya dapat segera terealisasi dengan cepat.

Pos terkait