Terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level 6.628 pada pembukaan pasar pagi ini, Menkeu menegaskan bahwa fluktuasi tersebut murni disebabkan oleh faktor sentimen jangka pendek.
Pihaknya akan tetap fokus untuk menjaga fondasi perekonomian demi memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional tidak terganggu oleh dinamika pasar keuangan.
Sebagai langkah konkret intervensi, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah mulai hari ini masuk ke pasar obligasi dengan volume yang lebih signifikan. Langkah tersebut diambil guna mengendalikan pasar surat utang negara agar investor asing tidak melakukan aksi jual demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss) akibat penurunan harga obligasi.
Ia juga mengimbau para pelaku pasar modal dan investor saham domestik untuk tidak panik menghadapi koreksi teknis yang sedang terjadi di lantai bursa.
“Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham,” ujarnya dikutip Antara.
Berdasarkan data pasar uang pada Senin pagi, nilai tukar rupiah bergerak melemah sebesar 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. ***


















